Persiapan Kolam dan Induk Cupang

Memijahkan cupang (Betta splendens) adalah salah satu tantangan paling menarik dalam hobi ikan hias air tawar. Bagi pemula, langkah pertama yang sering diremehkan adalah menyiapkan wadah pemijahan yang tepat, karena cupang jantan dikenal agresif dan dapat membunuh betina jika tidak ada ruang untuk melarikan diri. Siapkan akuarium minimal ukuran 40x20x20 cm dengan ketinggian air 10-15 cm, tanpa filter arus kuat, dan tutup permukaan air dengan daun ketapang kering atau plastik bening untuk menjaga suhu serta kelembapan.

Parameter air ideal untuk pemijahan adalah pH 6,5-7,2, suhu 26-28°C, dan TDS (Total Dissolved Solids) antara 100-200 ppm. Gunakan air yang sudah diendapkan minimal 24 jam untuk menghilangkan kaporit. Tempatkan tanaman air seperti cabomba atau paku air sebagai tempat persembunyian betina, serta cermin kecil di luar akuarium untuk merangsang jantan membangun sarang gelembung.

Pemilihan Induk dan Proses Pemijahan

Induk jantan harus berumur minimal 4-6 bulan, dengan ciri sirip panjang, warna tajam, dan aktif membangun sarang gelembung. Betina siap pijah berumur 3-4 bulan, perut membuncit dan muncul bintik putih (ovipositor) di dekat sirip anal. Puasakan kedua induk 1-2 hari sebelum proses, lalu beri pakan cacing beku atau artemia 2 kali sehari selama 3 hari untuk meningkatkan kualitas telur.

Masukkan jantan terlebih dahulu ke akuarium pemijahan selama 24 jam agar ia membangun sarang gelembung. Setelah sarang terbentuk, masukkan betina dalam wadah transparan kecil (plastik bening) selama 2-3 jam agar jantan dapat melihat namun tidak menyerang. Setelah itu, lepaskan betina perlahan. Proses pemijahan biasanya berlangsung 1-3 jam, ditandai dengan jantan memeluk betina (nuptial embrace) dan telur jatuh ke dasar. Segera keluarkan betina setelah selesai, karena jantan akan mengambil telur dan menyimpannya di sarang gelembung.

Perawatan Telur dan Larva

  • Telur menetas dalam 24-48 jam pada suhu 27°C.
  • Larva (fry) belum bisa berenang bebas selama 2-3 hari, masih menempel di sarang.
  • Setelah kuning telur habis (hari ke-3), beri pakan infusoria atau kuning telur rebus yang dihaluskan (dosis: seujung tusuk gigi per 10 liter air, 3 kali sehari).
  • Pada hari ke-10, ganti pakan dengan artemia nauplii atau microworm.
  • Lakukan penggantian air 10-20% setiap 2 hari, gunakan selang kecil agar fry tidak tersedot.
  • Pisahkan jantan setelah fry berenang bebas, karena ia bisa memakan anaknya.

Tips untuk Lanjutan: Seleksi dan Kualitas Warna

Untuk pemijahan tingkat lanjut, lakukan line breeding dengan mencatat silsilah (pedigree) minimal 3 generasi. Gunakan induk jantan dengan sirip tidak cacat (no fin curl) dan betina yang tidak pernah bertelur lebih dari 3 kali agar tidak stress. Tambahkan daun ketapang (1 lembar per 20 liter) untuk menurunkan pH dan mencegah infeksi jamur pada telur. Sukses pemijahan cupang ditentukan oleh kesabaran, kebersihan air, dan pakan hidup berkualitas. Mulailah dari pasangan sederhana, catat setiap parameter, dan jangan ragu mengganti air jika muncul bau busuk atau telur memutih. Dengan latihan 2-3 kali, pemula pun bisa menghasilkan fry sehat hingga 100-200 ekor per pemijahan.