Guppy (Poecilia reticulata) tetap menjadi primadona ikan hias air tawar karena warna cerah, tubuh mungil, dan kemampuan beranak pinak yang luar biasa cepat. Budidaya skala rumahan tidak butuh lahan luas atau alat mahal; cukup akuarium 40–60 liter, beberapa wadah plastik, dan pemahaman dasar siklus hidupnya. Dengan pengelolaan yang benar, sepasang guppy bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan anakan dalam hitungan bulan.

Persiapan Wadah dan Kualitas Air

Kunci awal budidaya guppy adalah air yang stabil. Gunakan akuarium minimal 40 liter untuk koloni induk, atau ember plastik 20 liter untuk pemijahan terpisah. Parameter ideal: suhu 24–28°C, pH 6,8–7,8, dan kesadahan 8–15 dGH. Lakukan cycling filter selama 7–10 hari sebelum menebar ikan agar bakteri nitrifikasi tumbuh. Ganti air 20–30% setiap minggu, dan endapkan air baru minimal 24 jam untuk menghilangkan kaporit. Tambahkan garam ikan dosis 1 gram per liter bila ikan baru datang, lalu turunkan bertahap pada minggu berikutnya.

Pemilihan Induk dan Rasio Jantan-Betina

Pilih induk betina yang gemuk, warna cerah, dan berukuran 3–4 cm; jantan cukup 2,5–3 cm dengan gonopodium jelas. Rasio ideal 1 jantan untuk 2–3 betina agar betina tidak stres dikejar terus-menerus. Beri pakan induk berupa pelet halus berkadar protein 35–40%, ditambah artemia atau daphnia beku dua kali sehari. Betina siap melahirkan ditandai perut membesar kotak dan bercak hitam (gravid spot) yang pekat. Masa kehamilan 21–30 hari, dan satu betina bisa melahirkan 20–80 ekor sekali persalinan.

Pemijahan dan Perawatan Anakan

Pindahkan betina hamil ke wadah pemijahan berisi tanaman air lebat seperti Java moss atau eceng gondok mini. Setelah anakan keluar, segera pisahkan betina agar tidak memakan anaknya. Anakan guppy cukup diberi kuning telur rebus yang dihaluskan (ukuran ujung jarum) atau micro worm tiga kali sehari. Berikut langkah praktis perawatan anakan:

  • Jaga suhu air 26–28°C dan pH 7,0–7,5.
  • Ganti air 10–15% setiap dua hari dengan cara disifon hati-hati.
  • Pisahkan anakan jantan dan betina saat usia 4–5 minggu untuk mencegah kawin terlalu dini.
  • Beri pakan hidup bergantian dengan pelet halus agar warna keluar maksimal.
  • Setelah 2–3 bulan, anakan siap dijual atau dijadikan induk baru.

Hindari overpopulasi; kepadatan maksimal 1 ekor per 1,5 liter air untuk anakan yang sedang tumbuh. Penyakit umum seperti white spot dan fin rot bisa dicegah dengan karantina ikan baru selama 7 hari dan menjaga kebersihan filter.

Budidaya guppy skala rumahan pada dasarnya menuntut konsistensi, bukan peralatan canggih. Dengan air bersih, pakan bergizi, dan pemisahan induk yang disiplin, satu koloni kecil bisa menjadi sumber penghasilan sampingan atau sekadar kesenangan yang terus berkembang. Mulailah dari 1–2 pasang induk berkualitas, catat tanggal kelahiran dan pertumbuhan, lalu evaluasi setiap bulan agar hasilnya semakin stabil.